Akhirnya aku paham

aku mencoba memasuki hatimu
dengan andaian bahwa dulu aku pernah berada disana
iya,aku tahu kau tak pernah bilang
tapi biarkanlah aku mengira.

setelah kucoba, ternyata banyak pertanyaan yang membuatku ragu melangkah jauh
apa iya, aku harus terus?
atau baiknya, mundur teratur?
tapi selalu kucoba. lagi dan lagi.

hanya saja, seperti ruangan tak berpintu
seolah menjebakku untuk tak masuk terlalu jauh
pastinya aku menyerah
bukan sekali saja tapi berkali kali
dan hanya butuh tidur untuk keesokan harinya
aku akan lupa bahwa aku telah menyerah semalam

lalu aku kembali mencoba
beberapa kali aku tertegun, ternyata ada jendela dan kau muncul
aku  kira bisa melompat dari jendela itu dan masuk
nyatanya kau hanya melambaikan tangan dan menutup gorden

aku tidak menyerah
tidur membuatku kembali bangkit setiap paginya
kembali kuketuk jendela setelah yakin bahwa tak ada pintu untukku
aku kira kau akan membuka setelah lama aku menunggu diluar
namun perlahan dan pasti
kamu membuka jendela tapi bukan untuk menerimaku
kau hanya menggeleng dan membiarkanku tetap diluar
kali ini aku menyerah
dalam artian sesungguhnya

sepertinya tidur tak bisa membuatku kembali mencoba
sudah saatnya aku mundur
ruangan itu tak akan pernah jadi milikku

semoga aku dapat berkunjung sebagai tamu. dengan raga dan hati yg telah lapang.
Pulang hanya untuk mereka yang pernah bermuara
sedangkan kita tak pernah bermuara dalam satu
dan harusnya kusadari lebih dulu

kini aku paham,
bahwa sesuatu yang memang tak pernah kumiliki dari awal, bagaimana mungkin dengan seenaknya kukatakan 'menerimaku kembali' ?

omong kosong.

(lupa akan tanggal baiknya
tapi ingat momentumnya
disaat hati ini teguh untuk berhenti
namun keesokan hari
memutuskan mencari tahu kembali)

Komentar

Postingan Populer