Jangan tanya siapa

Ditengah malam
Diiringi desau kipas angin
Aku merenung

Bukan puisi yang bisa kuuraikan
Terlalu panjang jika hanya tersedia 3 bait
Biarkan mengalir saja.
Hingga di titik kantukku

Beranjak dewasa
Remajaku mengenalnya
Sebagai orang baru
Terlalu banyak kesamaan
Nama absen pun berdampingan
Lahir pun di waktu yang sama

Semakin lama
Dia menjelma menjadi orang yang dekat denganku
Dia tak selembut bayi
Walau tiap hari berbau minyak telon
Menutupi fakta,
Dia tak suka mandi
Lagi-lagi mirip denganku

Katanya kasar
Jalannya melebar
Dan acuh dengan sekitar
Memang, kesenangannya bercerita kepada laki-laki
Sampai sekarang, dimanapun dia
Pertemannya akan erat dengan laki-laki
Sehebat itu hingga tak pernah baper dengan sahabatnya, hmmm

Kisahnya berliku
Banyak hal yang sering ia ungkap
Dari dulu hingga sekarang
Dia suka bercerita
Namun dia bukan pendengar yang baik
Tapi aku, senang mendengarnya
Karna aku sendiri tak suka bercerita

Pernah suatu ketika
Di masa peralihan
Belajar sendiri dengan orang baru
Mencari jati dirinya
Tak ada apa2 selain hp kecil dan pulsanya
Dan tak ada siapa2 selain aku yang ditelfonnya malam2
2 jam bercerita
Dan dia duduk sendiri di tangga melingkar
Apapun itu, akan jadi topik yang panjang

aku mengetahui baik perjalanannya.
bagaimana tidak
Dikota, dia selalu menjadi hantu tiap saat
Menjemputku
Menemaninya mengajar, nongkrong, kerja tugas, belanja, dan bahkan menemaninya di rumah.
Ahh hal itu tak akan terulang

Aku pun tau
Hatinya masih wanita
Sangat tegar, tapi mudah tergores
Ia pernah dikhianati
Tapi jangan salah
Banyak pula yang mendekati
Tapi memang, tak ada yang sesuai baginya

Temannya akan menjadi temanku pula
Aku dibawa, dan dikenalkan dengan sekitarnya
Sampai sekarang, dia sudah jauh
Temannya tetap menjadi temanku disini

Dari awal di masa ini
Aku yakin bukan ini akhir ceritanya
Dia pernah gagal di suatu hal
Dan ia ulangi kembali
Namun hal itu kini berhasil
Berhasil pula membawanya jauh

Semakin hari dia makin baik
temannya disana lagi-lagi laki-laki
Mungkin dia tak cocok berteman dengan perempuan
Perempuan yang manja, baper sama sekali diluar nalarnya
Ia besar sebagai perempuan yang kuat

Aneh saja.
Aku merindukannya akhir-akhir ini
Jangan salah paham
Dia, sahabat perempuanku
Dijakarta.

24 oktober 2018
02:19

Komentar

Postingan Populer