Bapak
Bapak
Apa kabar dirimu ?
Masihkah kau minum kopi di pagi hari?
Merenung di teras rumah
Dan berpikir tentang anakmu
Bapak
Tak sekalipun kau memukulku
Membentak pun kau berkaca-kaca
Kasihmu tumpah untukku sejak kecil
Dan aku? Berterimakasih pun tak pernah
Bapak
Kau menahan rindu untukku
Membiarkanku pergi
Dan menahan gelisah tiap malam
Berharap cemas aku selalu baik-baik saja
Bapak
Aku tahu kau takut berdoa
Dosa apa yang kau buat
Karma apa yang kan sampai padaku
Kau cemaskan segalanya
Aku tahu itu
Bapak
Dikota aku takut tersesat
Jalan pulang semakin tak terlihat
Aku memandu kakiku untuk berkuat
Perkotaan benar-benar menakutkan
Bapak
Aku mencari celah untuk bisa memelukmu
aku sudah terlalu jauh darimu
Aku semakin asing dalam hidupmu
Waktu merenggutku darimu
Bapak
Janganlah menangis dalam diam
Bantalmu membekas
Seolah bercerita
Kau amat merindukanku
Bapak
Aku menyayagimu
Komentar
Posting Komentar