Cerita dari Rusifa
24 Mei 2017, ketika Bazar di UIN
Dibawah langit saat ini
Kopi kopi yang telah menghangat
hembusan moccacino dan heroin yang saling menyapa
Dapat kuliat jiwa jiwa yang bebas
Dengan hati yang kosong
Mengenang kemesraan yang pernah terjadi
Mengingat bagaimana manik mata sang kekasih menyeruak dibalik bulu mata yang dulunya lentik
Menatap sang kekasih yang kini tak lagi bergelayut dilengannya
Hahhh, kisah lama
Green tea ku tiba. Mungkin hanya minumku yang tak mengepulkan asap
Kubiarkan mendingin ditengah cetita yang kian memanas
Kuaduk dengan merata dan tak hentinya mengamat
Seorang yang pernah ditinggal kini meluap luap lewat puisinya yang indah
Seperti itukah jika lelaki mencinta?
Terasa tulus
Ingin ku bertanya? Apa tak ada cinta selain wanitanya? Yang kini telah hidup dengan pria lain
Ia tertawa. Hambar.
Tak ada wanita itu dipelukannya
Tapi tangannya tetap merentang
Ia menunggu
Hingga wanita itu kembali padanya
Orang bodoh kini benar
Cinta itu buta
Komentar
Posting Komentar